Masih di Pare, Kampung Inggris.
Huffft....malam minggu yang sepi, teman-teman Camp-ku semua keluar, yang ada dirumah hanya aku dengan lela, seorang teman yang sedang kambuh penyakit malasnya. mungkin bukan hanya rasa malas yang membuat kami enggan untuk beranjak dari rumah, aku pikir rasa ini berupa perpaduan antara rasa malas dan rasa cape yang belum pergi dari diriku. lagipula seseorang yang seharusnya menghabiskan waktu malam mingguan denganku sedang berada di jakarta. jarak memisahkan kami, hmmm... I miss him so much...
Tapi tak apa, aku masih bisa berjalan-jalan di dunia maya dengan ditemani Laptop dan modemku untuk mengusir rasa sepi itu (halaaaaah kaya lagu aja dah...hihi)aku ingin berbagi sedikit story tentang bagaimana sang Teacher ku, MR.Amir mangisi hari kosong kami. seperti yang telah aku ceritakan, dibalik kegiatanku yang benar-benar padat, aku memiliki 2 hari kosong yang menanti untuk diisi dengan kegitan refresing otak. dan untuk itu, Mr.Amir mengajak kami pergi ke Goa yang cukup unik. Goa Surowono. Goa yang harus kita lewati dengan 4 Type perjalanan yaitu Berjalan Normal, Berjalan sambil jongkok, Berjalan sambil duduk, dan terakhir, tiduran.
Mungkin sebagian dari kalian pernah mendengar tentang Goa ini. Goa ini sangat-sangat unik, apalagi untuk seorang lucy yang belum pernah masuk Goa sampai sejauh ini (hihihi). ya emang benar,meski aku tinggal didaerah pedesaan, tapi untuk urusan berpetualang ke alam-alam aku punya nilai Nol Besar. maka dari itu aku bilang Goa ini sangat unik.
kami pergi ke Goa Surowo dengan bersepeda. aku pikir jarak yang kami tempuh relatif pendek. ternyata perkiraanku meleset sedikit. kami bersepeda cukup jauh. aku yang berboncengan dengan lela, setelah lela cape, ganti aku yang menjadi mengemudi. dan sebuah kecelakaan kecil yang takterduga terjadi padaku, lela dan sepeda kami. aku merasa sangat cape, dengan sedikit candaan, aku berkata kepada Mr.Amir dan Mr.Mep untuk menarik kami dengan motor yang dibawanya, Mr.Mep pun setuju, akan tetapi aku tak bisa menjaga keseimbangan. aku terjatuh dengan lutut yang menumpu seluruh berat badanku. alhasil aku tak dapat berjalan untuk sesaat, apalagi mengayuh sepeda.
setelah Tragadi sepeda terjadi (halaaaah LebbAy!!), untung saja Mr.Amir dan Mr.mep yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung dan hapal butir-butir pancasila(hihi)itu mau membantu kami, aku mengikuti Mr.Amir dengan motornya, dan Mr.Mep mengendarai sepeda dengan lela. akhirnya kami sampai ditempat penitipan barang. aku istirahat sejenak dan kemudian aku dan teman-temanku pun menuju Goa itu. aku begitu gembira ketika melihat air yang mengalir asli dari mata air. kami langsung nyebur tanpa ba-bi-bu. setelah aku perhatikan, ternyata air dari mata air itu ikut mengalir kedalam Goa..
First, kami masuk ke Goa pertama. begitu gelap! hanya ada secercah cahaya yang berasal dari senter kecil yang kami bawa. kami berjalan beriringan, Mr.hadi sebagai Guide agar kami nyasar. pertama masuk, aku begitu takut. yang ada dipikiranku Gelap, Sempit, Sepi! huh!! aku mau keluar! nafasku sempat sesak sesaat, aku berusaha melawan ashma yang telah mengikutiku sejak aku dilahirkan. aku berhasil melewatinya.
Second, kami memasuki Goa kedua, lebih sempit dari Goa yang pertama, rasa takut tetap aku lawan, aku ga mau kalah dengannya, aku pasti bisa! yup, kami berjongkok selama perjalanan, dengan tinggi badan yang hanya 155 cm, ini hal yang mudah untukku.
Third, kami memasuki Goa kedua. ini sekaligus yang terakhir buat kami. cukup sampai disini. aku ga mau melanjutkan ke Goa berikutnya. apa jadinya ashmaku nanti? Goa yang ketiga ini kami berjalan sambil duduk. huff...kok kaya latihan tentara yak? aku takut ga bisa keluar dari Goa yang super sempit ini! aku benar-benar takut!!
dan akhirnya..selesai!! huffff aku benar-benar legggaaaa!!! untung ga da yang tau kalau aku sebenarnya panik, takut!. sangat panik ketika aku dalam Goa tadi...ya allah....terima kasih...cukup sekali aku kesini....
setelah berbasah-basahan ria, kami kembali ke parkir sepeda dan melanjutkan untuk berkunjung ketempat berikutnya...
aku sangat berterimakasih kepada Mr.Amir, Mr.Mep dan Mr.Hadi serta teman-temanku yang udah memberi aku pengalaman baru. I never forget it..
Read More..
Sabtu, Mei 16, 2009
Jumat, Mei 15, 2009
PARE, Kampung Inggris...
11:18 AM
Posted by
Lusi Kestina
ada yang pernah dengar tentang kota kecil pare? itu lho yang sering disebut sebagai kampung inggris..dari dulu aku pengen banget belajar disini, akhirnya kesampean juga....
sekarang aku ada di pare-kediri. kota ini adalah kota kecil yang berisi orang-orang yang ingin belajar. semua orang disini bertekad untuk memperbaiki skillnya terutama dalam berbahasa. aku suka kota ini. kenapa? karena disini aku bisa speak english sesukaku. dan disini aku bisa belajar setiap hari, tentang semua hal. first time, aku emang malu kalau english ku bener-bener blepotan, tapi dari situ aku sadar, biar ga blepotan lagi, I must study hard. nah, tempat ini yang tepat untuk aku.
oke, aku mau mendeskripsikan kehidupan disini. aku tinggal di rumah yang terdiri dari kamar-kamar. mereka menyebutnya "Camp". aku tinggal di Camp "Able and Final". dan aku mengikuti 3 program kursus yaitu Speaking dan Grammer di "Able and Final" dan TOEFL di Mahesa Institute. yah, jadwal yang cukup membuat berat badanku turun tanpa olahraga. hihi...disini aku tetap dalam aturan. karna di Camp, aku juga punya jadwal untuk belajar speaking. yaitu setelah sholat subuh dan magrib. kebayang ga sih, subuh-subuh, saat kami sedang berkelahi dengan setan yang berusaha menutup mata kami, kami harus menghafal vocabulary yang di tugaskan dari pembimbing kami. hmmm....cukup cape kan?
selain itu, ada banyak peraturan yang harus aku jalani, seperti punishment Rp.500 perkata ketika aku berbicara dengan bahasa indonesia, Rp.2500 ketika aku terlamabat kembali ke Camp dan tidak mengikuti Program, Etc. semue kegiatan disini dikontrol oleh pembimbingku. disini aku punya senior yang baiiiik banget. kita sering manggil beliau Miss.Ifa, dan aku juga di bimbing oleh Mr.Khairul Amir dan Mr.Nur. aku punya banyak teman yang cukup membuatku terhibur, meski kami berbahasa english sebisanya, tapi kami saling berusaha untuk membagi ilmu satu sama lain. aku suka hidup disini...
tapi sayang tempat ini belum begitu terkenal sampai ke sumatra, andai saja bukan hanya pare yang punya orang-orang yang menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari..disini aku cuma punya durasi waktu 1 bulan aja...tp ga pa-pa, mudah-mudah kalau aku punya free time lagi aku bisa kesini lagi..amiiin.. Read More..
sekarang aku ada di pare-kediri. kota ini adalah kota kecil yang berisi orang-orang yang ingin belajar. semua orang disini bertekad untuk memperbaiki skillnya terutama dalam berbahasa. aku suka kota ini. kenapa? karena disini aku bisa speak english sesukaku. dan disini aku bisa belajar setiap hari, tentang semua hal. first time, aku emang malu kalau english ku bener-bener blepotan, tapi dari situ aku sadar, biar ga blepotan lagi, I must study hard. nah, tempat ini yang tepat untuk aku.
oke, aku mau mendeskripsikan kehidupan disini. aku tinggal di rumah yang terdiri dari kamar-kamar. mereka menyebutnya "Camp". aku tinggal di Camp "Able and Final". dan aku mengikuti 3 program kursus yaitu Speaking dan Grammer di "Able and Final" dan TOEFL di Mahesa Institute. yah, jadwal yang cukup membuat berat badanku turun tanpa olahraga. hihi...disini aku tetap dalam aturan. karna di Camp, aku juga punya jadwal untuk belajar speaking. yaitu setelah sholat subuh dan magrib. kebayang ga sih, subuh-subuh, saat kami sedang berkelahi dengan setan yang berusaha menutup mata kami, kami harus menghafal vocabulary yang di tugaskan dari pembimbing kami. hmmm....cukup cape kan?
selain itu, ada banyak peraturan yang harus aku jalani, seperti punishment Rp.500 perkata ketika aku berbicara dengan bahasa indonesia, Rp.2500 ketika aku terlamabat kembali ke Camp dan tidak mengikuti Program, Etc. semue kegiatan disini dikontrol oleh pembimbingku. disini aku punya senior yang baiiiik banget. kita sering manggil beliau Miss.Ifa, dan aku juga di bimbing oleh Mr.Khairul Amir dan Mr.Nur. aku punya banyak teman yang cukup membuatku terhibur, meski kami berbahasa english sebisanya, tapi kami saling berusaha untuk membagi ilmu satu sama lain. aku suka hidup disini...
tapi sayang tempat ini belum begitu terkenal sampai ke sumatra, andai saja bukan hanya pare yang punya orang-orang yang menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari..disini aku cuma punya durasi waktu 1 bulan aja...tp ga pa-pa, mudah-mudah kalau aku punya free time lagi aku bisa kesini lagi..amiiin.. Read More..
Jumat, April 24, 2009
Pemilu Online
11:25 AM
Posted by
Lusi Kestina
Pemilu. beberapa minggu kebelakang kata-kata ini masih rame dibicarakan. Dari awal diumumkannya cara baru pemilu, sampai hari ini yang masih dalam tahap perhitungan suara. aku sedikit bosan ketika aku buka detik.com yang aku lihat disalah satu form disudut layar tertulis "Hasil Perhitungan Sementara". dari kemaren kok sementara mulu sih? mungkin karna penduduk indonesia terlalu banyak kali ya. whatever lah..aku bukan bagian dari petugas penghitungan suara, jadi aku hanya berharap semoga tidak ada kecurangan dalam penghitungan ini.
Baru aja sadar dari rasa kagetku ketika tahu bahwa sistem pemilihan Pemilu di Indonesia dirubah menjadi sistem "Contreng", bukan coblos lagi. perubahan yang sangat baik jika melihat bahwa negara kita merupakan negara berkembang. beberapa hari setelah Pemilu Legislatif ini dilaksanakan, aku kembali mendengar berita yang cukup mengagetkanku. Organisasi Pelajar Al-Zaytun (OPAZ) yang telah berdiri salama 6 tahun mengadakan pemilu untuk pemilihan Presiden Pelajar (kalau di sekolah umum dikenal dengan ketua OSIS) untuk periode berikutnya. tetapi dengan sistem pemilihan yang sangat jauh berbeda dengan sistem pemilu Indonesia. pemilu santri di Al-Zaytun dilakukan dengan sistem yang Komputerisasi alias PEMILU ONLINE.
Awalnya, sistem ini hanya digunakan untuk pemilihan senat Fakultas Teknologi Informasi Universitas Al-Zaytun (FTI-UAZ). ketika kami mengadakan pemilihan senat FTI-UAZ, kami melakukan pemilihan dengan aplikasi komputer yang telah dirancang, dan terkoneksi dengan jaringan dan database. aku kira ini hal biasa. ternyata sistem yang kami jalankan mendapat perhatian dari pihak unversitas.
Setiap tahunnya, OPAZ mengadakan pemilihan Presiden Pelajar yang dikenal dengan "pemilu santri". dan selama 4 tahun berdirinya Universitas Al-Zaytun, Mahasiswa dari Fakultas Teknologi Informasi juga berperan dalam membantu berjalannya acara ini. pada pemilu santri tahun lalu masih memakai sistem "Tulis Nama Kandidat (yang dipilih)" yang bermaksud agar Pemilih Faham dan Kenal betul siapa yang dipilihnya untuk menjadi pemimpin. oleh karena itu, Mahasiswa FTI hanya bertugas pada saat penghitungan suara. berbeda dengan tahun ini, pihak universitas mengajukan kepada Dewan Guru untuk mengganti sistem pemilu Santri ini dengan sistem yang lebih canggih. Dewan Guru langsung menyetujuinya.
Setelah melakukan tahap User Requirement, Rio Permana, Seorang Mahasiswa FTI-UAZ angkatan pertama merancang Aplikasi Pemilu untuk digunakan pada pemilu santri. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemprograman berbasis dekstop yakni VB.net yang telah lama dikuasainya. setelah aplikasi dibuat, dilakukannya peng-koneksian jaringan dan database. jaringan dikoneksikan oleh Mahasiswa angkatan kedua dan ketiga yang aktif maupun non-aktif. untuk output atau pemilihan suara juga dilakukan secara komputerisasi yang ditampilkan dengan animasi yang dirancang oleh Lukman Hakim yang juga mahasiswa FTI-UAZ angkatan pertama. kami merasa hal ini sangat berguna, baik untuk kami ataupun untuk para santri. kegiatan yang kami lakukan dipantau oleh penanggung jawab dari Fakultas yaitu Mr.Irvan Iswandi dan Mr.Sumpena Hidayat. selain itu, kegiatan yang kami lakukan juga mendapat dukungan dari Ibu Dekan FTI, Mrs.Wiena Safitri.
Ketika acara pemilihan berjalan, digunakan 16 Laptop sebagai Client dan 1 Laptop sebagai Server. setiap laptop yang digunakan diletakkan di meja yang berbeda dengan dibatasi ruang agar pemilihan ini lebih bersifat pribadi. akan tetapi tetap dilakukannya penjagaan disetiap TPS oleh mahasiswa FTI perwakilan dari angkatan kedua, ketiga dan keempat. mahasiswa yang berada disetiap TPS ditugaskan untuk memberitahukan kepada pemilih tentang tatacara untuk memilih, karena seperti yang kita ketahui, tidak semua orang yang akrab dengan komputer.
Banyak pihak yang merasa senang dengan adanya perubahan ini. ini merupakan sebuah karya nyata seorang mahasiswa untuk negaranya. aku berharap, mudah-mudahan pemilu online yang telah ada di Al-Zaytun ini bisa menjadi contoh untuk Indonesia di masa mendatang. amiiin.. Read More..
Baru aja sadar dari rasa kagetku ketika tahu bahwa sistem pemilihan Pemilu di Indonesia dirubah menjadi sistem "Contreng", bukan coblos lagi. perubahan yang sangat baik jika melihat bahwa negara kita merupakan negara berkembang. beberapa hari setelah Pemilu Legislatif ini dilaksanakan, aku kembali mendengar berita yang cukup mengagetkanku. Organisasi Pelajar Al-Zaytun (OPAZ) yang telah berdiri salama 6 tahun mengadakan pemilu untuk pemilihan Presiden Pelajar (kalau di sekolah umum dikenal dengan ketua OSIS) untuk periode berikutnya. tetapi dengan sistem pemilihan yang sangat jauh berbeda dengan sistem pemilu Indonesia. pemilu santri di Al-Zaytun dilakukan dengan sistem yang Komputerisasi alias PEMILU ONLINE.
Awalnya, sistem ini hanya digunakan untuk pemilihan senat Fakultas Teknologi Informasi Universitas Al-Zaytun (FTI-UAZ). ketika kami mengadakan pemilihan senat FTI-UAZ, kami melakukan pemilihan dengan aplikasi komputer yang telah dirancang, dan terkoneksi dengan jaringan dan database. aku kira ini hal biasa. ternyata sistem yang kami jalankan mendapat perhatian dari pihak unversitas.
Setiap tahunnya, OPAZ mengadakan pemilihan Presiden Pelajar yang dikenal dengan "pemilu santri". dan selama 4 tahun berdirinya Universitas Al-Zaytun, Mahasiswa dari Fakultas Teknologi Informasi juga berperan dalam membantu berjalannya acara ini. pada pemilu santri tahun lalu masih memakai sistem "Tulis Nama Kandidat (yang dipilih)" yang bermaksud agar Pemilih Faham dan Kenal betul siapa yang dipilihnya untuk menjadi pemimpin. oleh karena itu, Mahasiswa FTI hanya bertugas pada saat penghitungan suara. berbeda dengan tahun ini, pihak universitas mengajukan kepada Dewan Guru untuk mengganti sistem pemilu Santri ini dengan sistem yang lebih canggih. Dewan Guru langsung menyetujuinya.
Setelah melakukan tahap User Requirement, Rio Permana, Seorang Mahasiswa FTI-UAZ angkatan pertama merancang Aplikasi Pemilu untuk digunakan pada pemilu santri. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemprograman berbasis dekstop yakni VB.net yang telah lama dikuasainya. setelah aplikasi dibuat, dilakukannya peng-koneksian jaringan dan database. jaringan dikoneksikan oleh Mahasiswa angkatan kedua dan ketiga yang aktif maupun non-aktif. untuk output atau pemilihan suara juga dilakukan secara komputerisasi yang ditampilkan dengan animasi yang dirancang oleh Lukman Hakim yang juga mahasiswa FTI-UAZ angkatan pertama. kami merasa hal ini sangat berguna, baik untuk kami ataupun untuk para santri. kegiatan yang kami lakukan dipantau oleh penanggung jawab dari Fakultas yaitu Mr.Irvan Iswandi dan Mr.Sumpena Hidayat. selain itu, kegiatan yang kami lakukan juga mendapat dukungan dari Ibu Dekan FTI, Mrs.Wiena Safitri.
Ketika acara pemilihan berjalan, digunakan 16 Laptop sebagai Client dan 1 Laptop sebagai Server. setiap laptop yang digunakan diletakkan di meja yang berbeda dengan dibatasi ruang agar pemilihan ini lebih bersifat pribadi. akan tetapi tetap dilakukannya penjagaan disetiap TPS oleh mahasiswa FTI perwakilan dari angkatan kedua, ketiga dan keempat. mahasiswa yang berada disetiap TPS ditugaskan untuk memberitahukan kepada pemilih tentang tatacara untuk memilih, karena seperti yang kita ketahui, tidak semua orang yang akrab dengan komputer.
Banyak pihak yang merasa senang dengan adanya perubahan ini. ini merupakan sebuah karya nyata seorang mahasiswa untuk negaranya. aku berharap, mudah-mudahan pemilu online yang telah ada di Al-Zaytun ini bisa menjadi contoh untuk Indonesia di masa mendatang. amiiin.. Read More..
Minggu, April 05, 2009
"The Real" Mahasiswa
8:26 PM
Posted by
Lusi Kestina
Aku seorang mahasiswa tapi entah kenapa baru semester 4 ini aku merasakan sebagai "The Real" mahasiswa. mungkin karna sejak duduk di bangku perkuliahan aku termasuk manusia pecinta kamar. meski kamarku berasa berantakan, kusut, laksana kapal layar yang diterpa badai selama 3 hari (lebbbaaayy), tapi aku selalu setia dengan kamarku. semester 4, aku merasa sudah cukup lama aku disini, tapi apa yang bisa aku lakukan?? Nol Besar! aku selalu nunggu kapan aku jadi "The Real" mahasiswa seperti mahasiswa diluar sana. ups..maksudku bukan mahasiswa yang suka demo sana-sini ga da kerjaan. maksudku disini terjun ke masyarakat untuk menyumbang apa aja yang bisa aku sumbang. dulu, pada saat semester ke 2, mahasiswa dikampusku mengadakan acara donor darah ke PMI pusat untuk diberikan kepada yang membutuhkan, berhubung PMI pusat adanya di Jakarta dan aku sedang ada di Jambi, aku tidak terlibat. dan alhasil, aku merasa diriku hanya menunggu, ya itulah salahku. menunggu tanpa berbuat. aku melihat disekitarku, teman-temanku mempunyai rutinitas sendiri-sendiri. sedangkan aku?? hanya seorang mahasiswi yang sangat akur dengan kamar, kasur dan komputer. hmmm mau jadi apa aku ini??
Maret 2009. selesai Ujian Tengah Semester aku diberi tugas suci. ya menurutku tugas yang satu ini bisa dikategorikan tugas suci. aku ditugaskan untuk turun menyapa masyarakan dari berbagai kalangan dangan bermodalkan niat dan ilmu yang aku punya. semua berawal dari Pemilu...
Pemilu kali ini Indonesia sedang "sadar diri" akan keterbelakangannya. aku lumayan kaget ketika melihat berita di TV bahwa system pemilu kali ini berbeda dengan pemilu yang sudah-sudah. yang dulu dengan system "Coblos", beralih ke system "Contreng", orang keren bilang "Cheklist" (halaah!). memang, tidak semua masyarakat yang bisa menerima perubahan ini. terutama masyarakat yang belum pernah menduduki bangku sekolah. mereka mungkin belum mengerti tentang tatacara pen-contrengan yang baik, bahkan ada diantara mereka yang belum bisa memegang pensil sama sekali.
menanggapi hal ini, pemimpin Kampus Al-Zaytun, Syaykh AS Panji Gumilang mengumpulkan seluruh mahasiswa dan pendidiknya untuk bersama-sama membantu Indonesia menuju perubahan. aku ada diantaranya. saat berkumpul, Syaykh AS Panji Gumilang menjelaskan kepada kami tatacara pemilihan yang benar pada saat pemilu. setelah pengajaran inilah aku menerima tugas suci ini..
kami dibagi menjadi beberapa kelompok, ups...bukan beberapa, cukup banyak kelompok. ada 6 kecamatan yang kami datangi, semua telah dibagi berdasarkan kelompok masing-masing. aku dan 7 temanku di tugaskan untuk satu desa. kami ditugaskan untuk mengajarkan tatacara pemilihan yang benar pada saat pemilu kepada seluruh lapisan masyarakat. ini bermaksud agar masyarakat mengerti dan faham sehingga pada saat pemilihan calon yang mereka suarakan tidak gugur begitu saja.
banyak pengalaman yang aku dapat disini. hari pertama aku dan teman-temanku bertugas, kami bertemu dengan serombongan ibu-ibu beserta dengan anak-anaknya. kami menyapanya, mengucap salam, dan aku mengawali pembicaraan. awalnya ibu itu terlihat bingung, tapi setelah tau tujuan kami, mereka terlihat ramah. mereka mendengarkan apa yang kami ajarkan, kemudian mempraktekkannya pada kertas yang kami siapkan. setelah itu mereka mengatakan bahwa banyak rakyat yang tidak tau sama sekali tentang cara mencontreng yang benar, karna mereka belum pernah duduk dibangku sekolah. ibu-ibu yang lain menaggapi dengan bahasa yang tidak aku mengerti, namun, dengan ke-sotoy-an ku dan air muka mereka aku mengerti bahwa mereka juga mengeluh..aku prihatin mendengar apa yang telah mereka utarakan, ternyata lebih dari setengah rakyat Indonesia belum pernah bersekolah.
aku berharap semoga dengan pemerintah berikutnya lebih mempedulikan pendidikan bangsa Indonesia.
ni dia yang ku maksud "The Real" mahasiswa. terima kasih syaykh..karna tugas dari beliau aku bisa berguna untuk orang lain... Read More..
Maret 2009. selesai Ujian Tengah Semester aku diberi tugas suci. ya menurutku tugas yang satu ini bisa dikategorikan tugas suci. aku ditugaskan untuk turun menyapa masyarakan dari berbagai kalangan dangan bermodalkan niat dan ilmu yang aku punya. semua berawal dari Pemilu...
Pemilu kali ini Indonesia sedang "sadar diri" akan keterbelakangannya. aku lumayan kaget ketika melihat berita di TV bahwa system pemilu kali ini berbeda dengan pemilu yang sudah-sudah. yang dulu dengan system "Coblos", beralih ke system "Contreng", orang keren bilang "Cheklist" (halaah!). memang, tidak semua masyarakat yang bisa menerima perubahan ini. terutama masyarakat yang belum pernah menduduki bangku sekolah. mereka mungkin belum mengerti tentang tatacara pen-contrengan yang baik, bahkan ada diantara mereka yang belum bisa memegang pensil sama sekali.
menanggapi hal ini, pemimpin Kampus Al-Zaytun, Syaykh AS Panji Gumilang mengumpulkan seluruh mahasiswa dan pendidiknya untuk bersama-sama membantu Indonesia menuju perubahan. aku ada diantaranya. saat berkumpul, Syaykh AS Panji Gumilang menjelaskan kepada kami tatacara pemilihan yang benar pada saat pemilu. setelah pengajaran inilah aku menerima tugas suci ini..
kami dibagi menjadi beberapa kelompok, ups...bukan beberapa, cukup banyak kelompok. ada 6 kecamatan yang kami datangi, semua telah dibagi berdasarkan kelompok masing-masing. aku dan 7 temanku di tugaskan untuk satu desa. kami ditugaskan untuk mengajarkan tatacara pemilihan yang benar pada saat pemilu kepada seluruh lapisan masyarakat. ini bermaksud agar masyarakat mengerti dan faham sehingga pada saat pemilihan calon yang mereka suarakan tidak gugur begitu saja.
banyak pengalaman yang aku dapat disini. hari pertama aku dan teman-temanku bertugas, kami bertemu dengan serombongan ibu-ibu beserta dengan anak-anaknya. kami menyapanya, mengucap salam, dan aku mengawali pembicaraan. awalnya ibu itu terlihat bingung, tapi setelah tau tujuan kami, mereka terlihat ramah. mereka mendengarkan apa yang kami ajarkan, kemudian mempraktekkannya pada kertas yang kami siapkan. setelah itu mereka mengatakan bahwa banyak rakyat yang tidak tau sama sekali tentang cara mencontreng yang benar, karna mereka belum pernah duduk dibangku sekolah. ibu-ibu yang lain menaggapi dengan bahasa yang tidak aku mengerti, namun, dengan ke-sotoy-an ku dan air muka mereka aku mengerti bahwa mereka juga mengeluh..aku prihatin mendengar apa yang telah mereka utarakan, ternyata lebih dari setengah rakyat Indonesia belum pernah bersekolah.
aku berharap semoga dengan pemerintah berikutnya lebih mempedulikan pendidikan bangsa Indonesia.
ni dia yang ku maksud "The Real" mahasiswa. terima kasih syaykh..karna tugas dari beliau aku bisa berguna untuk orang lain... Read More..
Kamis, Maret 12, 2009
Awali Hariku Dengan Menyebut nama-Nya
11:44 AM
Posted by
Lusi Kestina
Hmmm...
pagi.
ringtone "laskar pelangi" dari nidji membuat mata, pikiran dah hatiku ingin segera berpindah alam. aku tiba dialam sadar. suara Giring sang vokalis band nidji yang terus menyanyi kian keras. aku segera bangkit dengan penuh rasa malas mencari asal suara itu. aku meraih handphoneku, kulihat foto sang mama tersayang yang sedang tersenyum terpajang jelas dengan tulisan "mama cy" memanggil. segera ku angkat. aku memberi salam selamat pagi. aku berbicara dengan mamaku, sedikit kabar mengagetkan tentang keluargaku yang jauh disana.
kabar yang barusaja kudengar ternyata berhasil mengusir rasa kantukku yang amat sangat. setelah mengakhiri pembicaraanku, pikiranku kacau untuk sementara. aku ingin mengadu padaNya. perlahan, aku berjalan kekamar mandi. aku berwudhu untuk bersiap-siap melaksanakan kewajibanku. aku merasa segar, dalam hatiku, aku mengucapkan rasa syukur kepada yang kuasa, aku telah diberi kesempatan kepadaku untuk kembali menikmati hari. aku sholat dan kembali melanjutkan rasa syukurku..
pikiranku kembali tenang..
aku membuka jendela kamar. angin pagi yang sejuk membuat aku tersenyum lega. aku membuka pintu kamar, aku berjalan keluar untuk melihat alam disekitarku. hijau...dari tempatku yang berada dilantai paling atas gedung al-musthofa, aku melihat santri-santri pulang beramai-ramai setelah melaksanakan sholat subuh berjama'ah dan melaksanakan Qiroatul Qur'an di mesjid Al-hayat. kulihat mereka sangat menikmatinya... dari tempatku, aku melihat gedung-gedung yang berdiri dihadapanku. gedung perkuliahan HM Soeharto, gedung pembelajaran Ustman ibnu Affan, pembelajaran gedung Umar bin Khattab, serta gedung asrama Alfajr yang berdiri kokoh dihadapanku. belum habis rasa syukur yang aku panjatkan, penglihatanku tertuju pada mesjid yang berada dibelakang gedung asrama Alfajr, ya, mesjid Rahmatan Lil Alamin. aku berdecak kagum melihat rumah Allah yang sedang dalam masa pembangunan itu. Subhanallah...
Aku kembali melihat kejalanan yang membentang. pohon-pohon sawo kecik berbaris rapi sepanjang jalan. pohon-pohon itu juga yang mengelilingi kebun Jati Emas, serta pohon-pohon besar lain yang ada ditaman-taman tiap asrama. sungguh indah ponpesku. meski terlihat seperti kota kecil, namun kehidupan disini sangat damai, tentram, serta bebas dari segala polusi. tak ada sepuntung rokok-pun, tak ada gumpalan asap kendaraan, tak ada asap pabrik... andai saja seluruh Indonesiaku seperti ini...
Seorang teman yang sedang bertugas mengambil sarapan menyapaku sembari lewat dibelakangku. Aku terjaga dari lamunanku. kubalas sapaannya dengan senyuman. aku menggerakkan sedikit badan. dengar hembusan nafas aku mengawali hariku dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Bismillahirrahmanirrahiiim....
semoga hariku indah seindah pagi yang diciptakanNya..
Read More..
pagi.
ringtone "laskar pelangi" dari nidji membuat mata, pikiran dah hatiku ingin segera berpindah alam. aku tiba dialam sadar. suara Giring sang vokalis band nidji yang terus menyanyi kian keras. aku segera bangkit dengan penuh rasa malas mencari asal suara itu. aku meraih handphoneku, kulihat foto sang mama tersayang yang sedang tersenyum terpajang jelas dengan tulisan "mama cy" memanggil. segera ku angkat. aku memberi salam selamat pagi. aku berbicara dengan mamaku, sedikit kabar mengagetkan tentang keluargaku yang jauh disana.
kabar yang barusaja kudengar ternyata berhasil mengusir rasa kantukku yang amat sangat. setelah mengakhiri pembicaraanku, pikiranku kacau untuk sementara. aku ingin mengadu padaNya. perlahan, aku berjalan kekamar mandi. aku berwudhu untuk bersiap-siap melaksanakan kewajibanku. aku merasa segar, dalam hatiku, aku mengucapkan rasa syukur kepada yang kuasa, aku telah diberi kesempatan kepadaku untuk kembali menikmati hari. aku sholat dan kembali melanjutkan rasa syukurku..
pikiranku kembali tenang..
aku membuka jendela kamar. angin pagi yang sejuk membuat aku tersenyum lega. aku membuka pintu kamar, aku berjalan keluar untuk melihat alam disekitarku. hijau...dari tempatku yang berada dilantai paling atas gedung al-musthofa, aku melihat santri-santri pulang beramai-ramai setelah melaksanakan sholat subuh berjama'ah dan melaksanakan Qiroatul Qur'an di mesjid Al-hayat. kulihat mereka sangat menikmatinya... dari tempatku, aku melihat gedung-gedung yang berdiri dihadapanku. gedung perkuliahan HM Soeharto, gedung pembelajaran Ustman ibnu Affan, pembelajaran gedung Umar bin Khattab, serta gedung asrama Alfajr yang berdiri kokoh dihadapanku. belum habis rasa syukur yang aku panjatkan, penglihatanku tertuju pada mesjid yang berada dibelakang gedung asrama Alfajr, ya, mesjid Rahmatan Lil Alamin. aku berdecak kagum melihat rumah Allah yang sedang dalam masa pembangunan itu. Subhanallah...
Aku kembali melihat kejalanan yang membentang. pohon-pohon sawo kecik berbaris rapi sepanjang jalan. pohon-pohon itu juga yang mengelilingi kebun Jati Emas, serta pohon-pohon besar lain yang ada ditaman-taman tiap asrama. sungguh indah ponpesku. meski terlihat seperti kota kecil, namun kehidupan disini sangat damai, tentram, serta bebas dari segala polusi. tak ada sepuntung rokok-pun, tak ada gumpalan asap kendaraan, tak ada asap pabrik... andai saja seluruh Indonesiaku seperti ini...
Seorang teman yang sedang bertugas mengambil sarapan menyapaku sembari lewat dibelakangku. Aku terjaga dari lamunanku. kubalas sapaannya dengan senyuman. aku menggerakkan sedikit badan. dengar hembusan nafas aku mengawali hariku dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Bismillahirrahmanirrahiiim....
semoga hariku indah seindah pagi yang diciptakanNya..
Selasa, Februari 03, 2009
Hidup Berawal dari mimpi
9:15 PM
Posted by
Lusi Kestina
Aku seneng banget denger lagu bondan, meskipun ga bisa ngyanyiin lagu mereka sepenuhnya, tp cuma apal dikit ja aku dah seneng. awalnya cuma iseng muterin semua lagu-lagu bondan, aku tp pas aku perhatiin lirik-lirik tiap lagunya, ternyata bagus banget. pa lagi yang judulnya "Hidup Berawal dari Mimpi", lagunya nyirat arti yang "ngena" bgt buat aku (alah..sok ngerti sastra nih ^^). kadang-kadang aku sering banget ngerasa kalau hidup aku tu emang monoton. jarang ada perubahan. meskipun ada, itupun ga seperti yang aku mau. keseharianku hanya berkisar dari kampus, kamar, kantin dan komputerku. yah..mungkin itu juga karna faktor kemalasanku dan lingkunganku yang ga begitu mendukung..hehehe
Sebelumnya, Aku pengen berbagi cerita dikit sama teman-teman pembaca. waktu kecil aku punya cita-cita, seperti anak kecil lainnya, ketika ditanya sama bu guru "Apa cita-cita lucy?", aku jawab "Jadi Dokter bu,". yah emang, dari kecil aku emang pengen banget jadi dokter. "tapi kok malah masuk jurusan IT?". nah itu dia... pas SMA aku sadar, cita-cita tu ga gampang diraih. pas SMA juga aku sadar betapa sulitnya pelajaran berbau Fisika, Biologi, dan kimia. aku berusaha sebisa mungkin buat ngerti pelajaran-pelajaran itu. tapi hasilnya??? NIHIL!. pas kelulusan, aku pasrah!!! aku masuk IT aja lah! daripada aku masuk kedokteran malah bengong ntarnya..
nah, pas aku denger lagu bondan ft fade2black ini, aku ngerasa bangkit lagi dari kata 'pasrah', ternyata cita-cita dan mimpi itu penting. mungkin jadi dokter emang cita-cita ku, tapi aku harus sadar, klo jalan yang aku ambil sekarang bukan untuk itu (ya iya lah, kuliah di IT mana bisa jd dokter!) aku mulai dengan mimpiku yang baru. aku mau jadi pendidik, pendidik di bidang IT. aku ingin bagi-bagi ilmuku kepada orang-orang yang belum tahu. aku ingin ada orang yang bisa karena aku. dan mimpiku yang kedua, aku ingin jadi "system analyst" yang bisa menganalisa masalah, dan membangun system disebuah perusahaan. mudah-mudahan itu bisa tercapai, amiiiiin......
makasih banget buat bondan ft fade2black, karna mereka aku jadi semangat lagi sama apa yang aku jalanin sekarang. mudah-mudahan lagu mereka bisa jadi inspirasi semua orang.
Dah pada taukan lagu ini?? yang belum tau, bisa download disini dengerin yah... ni liriknya,
"Hidup Berawal Dari Mimpi"
bondan ft Fade2Black
kujelang matahari dengan segelas teh panas
Di pagi ini ku bebas, karna nggak ada kelas
Di ruang mata ini kamar ini srasa luas
Letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras
Teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas
Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
Hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas
Perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas
Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang kurasa
Dalam hati ini ingin kuubah semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa
Chorus:
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli 'tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Dunia memang tak selebar daun kelor
Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
Membuka mata hati demi sebuah cita-cita
Mlangkah pasti, pena dan tinta berbicara
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
Sbagai bintang hiburan, dan terus melayang
Tak heran ragaku, terbalut lebel mewah
Cerminan seorang raja dalam crita Cinderella
Ini bukan mimpi atau halusinasi
Sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti
Hasil kerja keras ku terbayarkan lunas.. tuntas..
Melakoni jati diri sampe puas
Back to Chorus:
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
Mlangkah menuju titik, lakukan yang terbaik
Ku ketatkan tekad dan niat agar melesat
Sperti rudal squad, mimpiku kan kudapat
Mencari tepuk tangan atas karya keringatku
Bukan satu yang ingin aku tuju
Naik ke'atas pentas, agar orang puas
Dapat applause, cek atau pun uang kertas
Cari sensasi ataupun kontroversi (o-oh)
Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
Dari mimpi semua hal dapat terjadi
Maka lebar sayap dan terbanglah yang tinggi
Back to Chorus
Read More..
Sebelumnya, Aku pengen berbagi cerita dikit sama teman-teman pembaca. waktu kecil aku punya cita-cita, seperti anak kecil lainnya, ketika ditanya sama bu guru "Apa cita-cita lucy?", aku jawab "Jadi Dokter bu,". yah emang, dari kecil aku emang pengen banget jadi dokter. "tapi kok malah masuk jurusan IT?". nah itu dia... pas SMA aku sadar, cita-cita tu ga gampang diraih. pas SMA juga aku sadar betapa sulitnya pelajaran berbau Fisika, Biologi, dan kimia. aku berusaha sebisa mungkin buat ngerti pelajaran-pelajaran itu. tapi hasilnya??? NIHIL!. pas kelulusan, aku pasrah!!! aku masuk IT aja lah! daripada aku masuk kedokteran malah bengong ntarnya..
nah, pas aku denger lagu bondan ft fade2black ini, aku ngerasa bangkit lagi dari kata 'pasrah', ternyata cita-cita dan mimpi itu penting. mungkin jadi dokter emang cita-cita ku, tapi aku harus sadar, klo jalan yang aku ambil sekarang bukan untuk itu (ya iya lah, kuliah di IT mana bisa jd dokter!) aku mulai dengan mimpiku yang baru. aku mau jadi pendidik, pendidik di bidang IT. aku ingin bagi-bagi ilmuku kepada orang-orang yang belum tahu. aku ingin ada orang yang bisa karena aku. dan mimpiku yang kedua, aku ingin jadi "system analyst" yang bisa menganalisa masalah, dan membangun system disebuah perusahaan. mudah-mudahan itu bisa tercapai, amiiiiin......
makasih banget buat bondan ft fade2black, karna mereka aku jadi semangat lagi sama apa yang aku jalanin sekarang. mudah-mudahan lagu mereka bisa jadi inspirasi semua orang.
Dah pada taukan lagu ini?? yang belum tau, bisa download disini dengerin yah... ni liriknya,
bondan ft Fade2Black
kujelang matahari dengan segelas teh panas
Di pagi ini ku bebas, karna nggak ada kelas
Di ruang mata ini kamar ini srasa luas
Letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras
Teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas
Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
Hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas
Perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas
Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang kurasa
Dalam hati ini ingin kuubah semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa
Chorus:
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli 'tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Dunia memang tak selebar daun kelor
Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
Membuka mata hati demi sebuah cita-cita
Mlangkah pasti, pena dan tinta berbicara
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
Sbagai bintang hiburan, dan terus melayang
Tak heran ragaku, terbalut lebel mewah
Cerminan seorang raja dalam crita Cinderella
Ini bukan mimpi atau halusinasi
Sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti
Hasil kerja keras ku terbayarkan lunas.. tuntas..
Melakoni jati diri sampe puas
Back to Chorus:
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
Mlangkah menuju titik, lakukan yang terbaik
Ku ketatkan tekad dan niat agar melesat
Sperti rudal squad, mimpiku kan kudapat
Mencari tepuk tangan atas karya keringatku
Bukan satu yang ingin aku tuju
Naik ke'atas pentas, agar orang puas
Dapat applause, cek atau pun uang kertas
Cari sensasi ataupun kontroversi (o-oh)
Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
Dari mimpi semua hal dapat terjadi
Maka lebar sayap dan terbanglah yang tinggi
Back to Chorus
Read More..
Sekilas..
12:18 PM
Posted by
Lusi Kestina
Kawan-kawan..
aku bingung mau post apa, aku lg banyak tugas niy, jd ga smpat posting..
keep blogging yah..!!!
FAIGHTING!!!! Read More..
aku bingung mau post apa, aku lg banyak tugas niy, jd ga smpat posting..
keep blogging yah..!!!
FAIGHTING!!!! Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)
